Selasa, 20 Desember 2016

Ibu

Kami telah dikhianati oleh Ibu kandung sendiri. Ibu menyimpan api dalam sekam di rumah ini. Tak perlu deskripsi satu paragraf untukmu bisa merasakan luka batinku. Sebab ibu adalah tumpuan hidup bagi setiap anak, tatkala dunia sangat buas terhadapnya.

Sekali waktu aku menghadap ibu membawa sebakul beban hidupku. Yang ada kami hanya mencurigai satu sama lain dan aku merasa bahwa ibuku yang dahulu telah lenyap. Ibu yang raganya bersamaku mesti berkali-kali kuendus agar aku bisa yakin terhadap baunya.

Pop

Aku selalu menolak diriku sendiri. Aku tidak ingin menjadi diriku dan kehidupanku seluruhnya. Didalamnya memang banyak karunia dan lindungan dr yg Maha Memiliku. Meski begitu, semakin jelas aku melihat kedalamnya. Semakin aku tidak menginginkannya.